Kabut Retorika

​Hitam dan Putih adalah sampul dari pribadi kita yang abuabu Karena sejatinya manusia selalu berada di tengah. 

Diantara kelahiran dan kematian, diantara malaikat dan iblis, baik dan buruk dan banyak hal lainnya.

Kenyataan tak seindah mimpi. Buku-buku ini bukan untuk manusia, terlalu kompleks dan teoritis. Orang orang semakin pandai beretorika. Dan Etika entah pergi kemana. 

Kata kata manis itu berdengung disetiap relung tembok bercat putih. Alasan dan berjuta pembenaran di semayamkan dalam jiwa jiwa kosong. Tapi apa yang terjadi diluar tembok bercat putih itu?

Kata kata manis itu hanyalah gumpalan kabut tak berarti apa-apa dan tak bisa dijadikan benteng dari ketamakan, kebengisan, dan kebiadaban dari seorang manusia. 

Tawa lantang beringsut menjatuhkan jiwa jiwa kosong yang telah teracuni dan patuh pada retorika sialan.

dan sungguh malang bagi dunia, jiwa jiwa itu tak lama lagi akan berubah menjadi ahli baru dalam retorika tanpa etika.

Benarkah Jiwa jiwa yang suci telah kalah pada kekosongan Etika??
Benarkah Hati yang putih telah menyerah pada kehitaman Retorika? 

Dan Masihkah AbuAbu menjadi warna manusia? 
Buton Utara – 160117

:::: DicatatankakiJo 💗 160117 ::::

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s