Merak Yang Malang

​Ini adalah kisah tentang Si Merak. 

Dia selalu menatap ke langit. Sekawanan burung terbang dengan indahnya, bebas kemanapun yang mereka mau, Pepohonan hanya dijadikan tempat singgah tanpa perlu repot-repot melihat kekacauan yang terjadi di dalam Hutan.

Suatu Hari Seekor Elang yang tampak kuat, hinggap di dahan pohon yang kokoh dan dibawahnya si Merak sedang berteduh dari Derasnya Hujan. Entah mengapa si Merak merasa sangat terlindungi, bukan dari hujan, tapi dari kecaman binatang-binatang buas lainnya dan manusia pemburu yang menginginkan ekornya yang megah menampakkan aura misterius dan mengandung magic.

Hujan telah berhenti. Awan hitam perlahan pergi. Elang bersiap merentangkan sayapnya yang tegap sesaat sebelum terbang, dia menoleh kebawah. Melihat Merak merentangkan ekor megahnya menyapa si elang. Mereka berdua Seakan berjanji untuk bertemu setiap hujan turun di pohon itu.
Namun sialnya. Hujan datang hanya sekali itu saja. Meskipun tahu Elang tidak akan datang Si Merak setiap hari di waktu yang sama singgah di bawah pohon itu.

Kemudian datanglah Merpati menyapa.

Memberikan nasehat kepada si Merak untuk menyerah dan pergi, tak peduli seberapa kerasnya dia menunggu, Elang tetaplah Elang. Langit terlalu luas untuk hutan yang kecil dan kacau. Si Merak hanyalah semilir angin lewat yang pernah menyentuh jantung dan hilang dalam satu kepakan sayap. 

Si Merak kemudian berakhir ditangan-pemburu pemburu itu. Segala pesonanya hilang. . 

Hujan akhirnya turun membasahi Hutan. Elangpun datang. Dan Terlambat.

……

Buton Utara, 01092016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s