Tentang Selembar Kertas Tisu

Tiba-tiba saja hujan  membasahi seluruh kota…

Angkutan umum kota atau yang biasa kita kenal dengan ‘angkot’ segera saja banjir penumpang, tidak terkecuali aku.

Sedikit sial mungkin… satu-satunya tempat di angkot yang kosong telah basah (percikan air dari celah jendela yang kurang rapat).  Tak apalah pikirku, pak supir pasti punya lap. hm… dengan sabar kutarik selembar tisu dari tas tanganku setelah mendengar jawaban supir yang sangat mengecewakan.

Sepasang mata murni itu menatap apa yang sedang kupegang (selembar tisu kotor yang kupakai tadi belum lepas dari tanganku).

Mata kamipun bertatapan (ya.. kau bisa rasakan apabila seseorang sedang melihatmu),… dan terjadilah percakapan senyap itu.

“apa yang kau pikirkan?” tanyaku.

“kenapa kertas tisunya tidak langsung dibuang saja??” balasnya.

“mau buang kemana??? ni angkotkan blom punya tong sampah.”

“buang saja, dari tadi juga penumpang yang lain begitu, ada yang buang lewat pintu angkot , juga banyak yang meletakkannya dibawah kursi mereka.”

Benar saja. dibawah terdapat banyak lembaran tisu dan beberapa kemasan minuman…. kembali kami dalam percakapan senyap..

“tapi bagaimana mungkin mereka melakukannya. Apalagi banyak anak-anak juga pengguna angkot, termasuk kamu.”

aku bertanya lagi “apa yang kamu pikirkan??”

“yang aku pikirkan dari tadi adalah apa  yang akan kamu lakukan dengan kertas tisu kotor ditanganmu?”

“kita tunggu sampai angkot berhenti dekat tong sampah”

beberapa menit berlalu…………….

angkot tak kunjung berhenti baik untuk singgah di pompa bensin maupun sekedar menurunkan penumpang….

kalau dibiarkan, kertas tisu ini bisa kering ditangan.. kami bertatapan lagi

“jadi? apa yang akan kamu lakukan??” tanyanya.

Aku takkan menyerah. Kalaupun anak-anak lain sudah terpengaruh untuk buang sampah sembarangan, setidaknya anak yang satu ini tidak.

Kubuka tas tanganku (pakai tangan kanan tentu saja), ku lepas kertas tisu dari bungkusannya. Ku masukkan kertas tisu yang kotor tadi kedalam bungkusan kertas tisu yang telah kosong, lalu kuletakkan dalam kantong kecil tas tanganku bagian luar. beres!!

Kembali kami bertatapan. “bagaimana?” tanyaku.

dan dia pun tersenyum–

 

-DicatatanKakiJo_13072011-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s